Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Manchester City Kalah Leicester Bertahan Pemimpin Liga Premier

Manchester City Kalah Leicester Bertahan Pemimpin Liga Premier

Leicester berhasil mengalahkan rival terdekatnya, Manchester City, Sabtu kemarin tanggal 6 Februari 2016 di Stadion Etihad dengan skor 3-1. Kemenangan ini mengukuhkan posisi The Foxes di peringkat pertama Liga Premier.

Skor pertama The Foxes terjadi di menit ke-3 saat Robert Huth mendapatkan bola hasil tendangan bebas Riyad Mahrez. City tampak tidak mampu membongkar tembok pertahanan lawan selain itu baris belakang City tampak sangat rapuh. Mahrez menambah gol bagi Leicester di menit ke-48. Huth lagi-lagi menemukan ruang untuk gol sundulan ke gawang Christian Fuchs di menit ke-60. Dan Sergio Aguero akhirnya mampu memberikan satu gol bagi City pada menit ke-60.

Walaupun Januari kemarin Leicester sebelum pertandingan melawan City telah berhasil mengalahkan Tottenham, yang saat itu berada di posisi ketiga liga, namun kemenangan terhadap Manchester City ini sepertinya kemenangan Leicester yang sangat berpengaruh bagi kecermelangan mereka di season ini. The Foxes telah mengantongi 53 poin sepanjang perjalanan season ini, dan kemenangan paling baru ini membuktikan bahwa Leicester memiliki baris pertahanan yang solid.

Bola yang diberikan Bersant Celina kepada Aguero sebelumnya akhirnya ia mampu memberikan satu gol bagi City membuat City tetap mempertahankan rekor “hanya mampu memasukkan satu gol saat pertandingan di kandang sendiri”. Walaupun kesempatan City untuk mencetak gol banyak sepanjang pertandingan ini.

Baris pertahanan Leicester sangat solid dan terorganisasi. Perlindungan yang diprakarsai N’Golo Kante dan Danny Drinkwater di tengah lapangan mampu membuat tim Manchester City gugup setiap kali tim Foxes maju menyerang. Martin Demichellis pemain City tidak berkutik saat Huth mencetak gol pertama, begitu pula saat Mahrez menyumbang gol kedua dengan saat mudah. Bahkan saat Huth mencetak gol ketiga tampak seperti tidak ada perlawanan dari kubu City. Jamie Vardy pemain Leicester dua kali berhasil membawa bola mendobrak pertahanan City sebelum serangannya akhirnya dipatahkan oleh Joe Hart. Tentu saja hal ini membuat reputasi Manuel Pellegrini sebagai manajer semakin turun. Apalagi ini pertandingan pertama setelah pengumumuman penggantian dirinya dengan Pep Guardiola musim panas nanti.

Manuel Pellegrini manajer Manchester City mengatakan bahwa ia tidak akan mengeluh atas hasil pertandingan dan kubunya masih memiliki harapan memenangkan gelar juara. Pellegrini mengatakan bahwa kubu Leicester bermain lebih bagus daripada City dan gol di menit ketiga memainkan peranan yang sangat penting bagi pertandingan. Pellegrini berkata “Kami memiliki peluang namun ini pertandingan yang sangat sulit. Dari awal saya mengharapkan lebih karena ini pertandingan yang penting, kami di kandang sendiri dan lebih unggul namun kami tidak mampu melaksanakannya. Masih ada 36 poin untuk diperebutkan, masih belum selesai. Sangat penting untuk memulihkan pemain-pemain kami dan saya tidak akan menyerah hanya karena kekalahan yang tidak diharapkan ini namun kami tetap harus maju” seperti yang dilansir di BBC Sports.

Di pihak lain Ranieri menyatakan salut dengan kedisiplinan timnya dalam bertahan hingga peluit terakhir ditiup. “Kami bermain sangat, sangat kompak dan percaya bahwa apapun mungkin terjadi. Kami bermain tanpa adanya tekanan karena kami tidak harus memenangkan liga. Kami hanya perlu menikmati pertandingan. Liga ini sangat aneh dan saat ini hal yang penting adalah memikirkan Arsenal. Saya ingin menunggu hingga akhir April karena saya tahu pertandingan terakhir adalah pertandingan yang sangat tangguh. Ini adalah momen fantastik di Liga Premier, dimana tidak ada yang tahu siapa yang akan menang.”

Manchester City harus memulihkan kondisinya sebelum kembali mendapat kunjungan dari tim tangguh lainnya, Tottenham. Dan setelah itu Manchester City harus melanjutkan perjuangannya di FA Cup, Liga Champion dan final Capital One Cup dalam rentang waktu satu minggu.

Sementara itu Leicester hanya perlu pergi ke Emirates untuk menunjukkan kualitasnya. Dan minggu depan Leicester yang dimanajeri Claudio Ranieri ini akan bertanding melawan peringkat keempat liga, Arsenal. Jika di sana Leicester menang lagi maka orang-orang akan berpikiran siapa lagi yang bisa menangkap The Foxes? Bukan lagi akankah Leicester mendapatkan gelar juara Liga Premier?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *